Sabtu, 16 Mei 2020

perihal melupakan

9.22 P.M.


Jika kau tau mendung tak pernah marah saat bumi selalu mengusirnya pada langit dan akan selalu datang menurunkan hujannya.
 
 Itu aku. Aku selalu akan seperti itu. Aku akan selalu di sisi mu walau sekejap sekalipun dari jauh yang kau tak tahu. Karena cerah belum tentu menjadi hari baik untukmu, begitu juga mendung belum tentu menjadi hari burukmu.  

Dan aku, aku akan selalu menurunkan doaku untukmu. Tidak tahu hari ini otakmu masih mengingat sosok aku yang dulu merangkulmu dengan hangat. Kadang kala dengan bersuara. Kadang kala dengan diam. Genggamanmu selalu berbayang di setiap sunyi sepiku.

 Jangan bicara tentang berusaha melupakanmu. Aku lebih mahir perihal itu. Namun usaha tak berbuah. Kadang kala kau pergi. Bayanganmu menolak pergi.

-smztts

rindu malam

  Tentang Rindu.

Masih tersimpan banyak ribuan kata dipenghujung malam. 
Yang selalu aku sempatkan untuk mengumpulkan nya menjadi buih kerinduan. 
Tak ada yang sangka ternyata rindu se sakit ini. 

rasa penyesalan



Teruslah merasa bersalah, sampai kamu tau rasanya kehilangan.
Tapi itu saja belum cukup.
Belum cukup membayar waktunya yang terbuang sia sia untuk menunggumu.
 Belum cukup menutup luka yang kamu toreh setiap hari. Bahkan belum cukup mengganti air matanya yang jatuh karena ulah mu.
 Ia pernah berpesan " sayang, tolong jaga hubungan ini, jaga hati dan sikapmu untuk ku. Aku menyayangimu".
Tapi sifat egois dan serakah yang membuat mu kehilangan segalanya.
 Pertama, kamu kehilangan cintanya.
Kedua, kamu kehilangan perhatian nya.
 Ketiga, kamu kehilangan *rumah* yang selaku bersedia menerima kepulangan dan keluh kesah mu.



-sangperindu